Perbedaan gangguan makan pria dan wanita

Ada sebagian perbedaan antara gangguan makan pria dan wanita. Pria dengan gangguan makan cenderung berusia lebih tua, mempunyai dilema kejiwaan lainnya (seperti kecemasan, depresi, dan penerapan narkoba), dan pernah mengerjakan tes bunuh diri. Kecuali itu, pria dengan kelainan makan umumnya mempunyai dilema kelebihan berat badan.

Perbedaan gangguan makan pria dan wanita

Di samping anoreksia, bulimia, dan binge eating, format gangguan makan lainnya pada pria merupakan dismorfia otot. Pada dismorfia otot, pria terobsesi dengan format tubuh yang kekar dan berotot. Gejala utama dari dismorfia otot merupakan rasa takut sebab tak cukup berotot.

Di sisi lain, ada yang menyebut bahwa kebanyakan pria dengan gangguan makan merupakan gay. Sebuah studi tahun 2007 menampilkan bahwa lebih tinggi pria gay ketimbang pria heteroseksual yang didiagnosis anoreksia nervosa. Menurut studi ini, sering kali diasumsikan pria dengan gangguan makan merupakan gay.

Faktanya, beberapa besar pria dengan kelainan makan merupakan heteroseksual. Satu studi menemukan sedikit kekerabatan antara orientasi seksual dan kejadian gangguan makan.

Penting sekali untuk mengobati semua format gangguan makan sampai tuntas. Format terapi yang bisa dikerjakan untuk menangani gangguan makan merupakan obat-obatan dan konseling. “Seumpama pada terapi kognitif dan perilaku, pasien akan dibantu untuk menghilangkan pikiran negatif kepada makanan, kepada tubuhnya, dan kepada diri sendiri,” jelasnya.

Gangguan makan memang dapat terjadi pada pria. Cuma saja, pria dengan kelainan makan lebih tertutup dengan dilema kesehatannya sehingga susah terdeteksi. Bagi para pria, Anda semestinya sadar mengenai gangguan makan ini. Seandainya Anda merasa mengalaminya, demi kebaikan Anda lantas periksakan diri ke dokter.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan gangguan makan pria dan wanita"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel