Gangguan Makanan Pada Pria

Selama ini, gangguan makan senantiasa dihubungkan dengan wanita. Sebagian gangguan makan yang tenar yakni bulimia dan anoreksia nervosa. Faktanya, gangguan makan juga dapat dialami oleh pria, bagus itu si kecil-si kecil ataupun pria dewasa.

Gangguan makan pada pria pertama kali tercatat pada abad ke-16, tepatnya pada 1689. Dikala itu, dokter asal Inggris, Richard Morton, mencatat dua kasus anoreksia nervosa pada satu pasien pria. Kemudian pada 1874, Ernest Charles Lasegue dan Sir William Gull membikin laporan kasus lain perihal pria dengan anoreksia nervosa.

Gangguan Makanan Pada Pria

Sesudah kasus-kasus permulaan hal yang demikian, pria dengan gangguan makan dianggap "langka" hingga tahun 1972 dikala Peter Beaumont dan rekannya melaksanakan penelitian perihal anoreksia nervosa pada pria. Namun kini, banyak sekali penelitian perihal pengobatan gangguan makan yang tak melibatkan subjek pria.

Pun berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV-TR (edisi terupdate), satu syarat utama untuk diagnosis anoreksia nervosa yakni amenore atau hilangnya jangka waktu menstruasi. Pria secara fisiologis tak sanggup memenuhi persyaratan untuk diagnosis anoreksia nervosa.

Menginfokannya Verywell Mind, proporsi sempurna pria dengan gangguan makan tak dikenal secara pasti. Statistik yang lebih lama menceritakan 10 persen, melainkan mengingat keengganan pria dengan gangguan makan untuk mengakui bahwa mereka mempunyai problem hal yang demikian, beberapa besar spesialis percaya angkanya lebih tinggi.

The National Association for Males with Eating Disorders memperkirakan bahwa 25 sampai 40 persen orang dengan gangguan makan yakni pria.

Di antara gangguan makan lainnya, pria mempunyai representasi yang relatif lebih banyak dalam klasifikasi binge-eating disorder dan Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID). Statistik menampakkan bahwa sekitar 40 persen orang dengan gangguan binge-eating yakni pria.

Baca Juga :

Belum ada Komentar untuk "Gangguan Makanan Pada Pria"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel